Name: Pelangi From: Ruwais, Abu Dhabi, United Arab Emirates About me: I'm married,have two beautiful daughters and one son.Now i'm living in one of many small city in Abu Dhabi, United Arab Emirates
Tanggal 6 May 2007, jam 19:30 (waktu UAE), suami diundang makan malam bersama, disebuah restaurant. Menu yang disajikan terdiri dari kharuf atau laham mandy (kambing yang dimasak jadi satu dengan nasi dan bumbu) chicken mandy (ayam yang juga dimasak jadi satu dengan nasi dan bumbu) biasanya disajikan dengan green salad (tomat, buah zaitun hitam/hijau, ketimun, selada dan disiram air jeruk nipis)
Makan malam ini dalam rangka, ada beberapa teman suami yang tadinya kerja di kontraktor menjadi direct hire (menjadi karyawan langsung) biasanya sambil membagikan coklat dan permen itulah kebiasaan orang-orang disini untuk menyatakan rasa syukur seperti kelahiran anak, naik jabatan, punya mobil baru dll.
Lihatlah betapa indahnya kebersamaan, walaupun terdiri dari berbagai bangsa tujuannya hanya satu mencari nafkah...
Beginilah cara makan orang-orang arab, 1 piring bersama-sama (bukan cuma berdua seperti di Indonesia)
Walaupun cerita ini sudah lama, tapi masih bagus untuk kita renungkan terutama menjelang Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru.
Ada salah satu TK (taman kanak-kanak) di Australia, pada suatu hari guru TK tersebut mengadakan 'permainan" menyuruh tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparant 1 buah dan kentang.
Masing-masing kentang tersebut di beri nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa....tergantung jumlah orang yang di benci.
Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5.
Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang diberi nama sesuai dengan nama orang yang dibenci. Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi bahkan ketoilet sekalipun selama 1 minggu.
Hari berganti hari kentang-kentangpun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap.
Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berahir.
Guru : "Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu?"
Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut kemanapun mereka pergi. Gurupun menjelaskan apa arti "permainan" yang mereka lakukan.
Guru : "Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain." Sungguh sangat tedak menyenangkan membawa kentang busuk kemanapun kita pergi. Itu hanya selama 1 minggu bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup? Alangkah tidak nyamannya....."
Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung. Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah. Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari telunjuk. Ada jari manis yang selalu teladan, baik dan sabar sehingga diberi hadiah cincin. Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (ingatkah anda waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling sentuh jari kelingking).
Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan (menulis, memegang, menolong anggota tubuh yang lain, melakukan pekerjaan dll.)
Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol semua? Falsafah ini sederhana namun sangat berarti. Kita diciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling menyayangi, saling menolong, saling membantu, saling mengisi, bukan untuk saling menuduh, ,merusak, dan bahkan membunuh.
Sudahkah kasih sayang anda hari ini bertambah??? semoga bermanfaat.